Jumat, 10 Januari 2020

CARA Membersihkan mikroskop 

Mikroskop merupakan peralatan biologis yang perlu diatasi dengan baik. Pemeliharaan alat laboratorium sangat diperlukan untuk kesinambungan kegiatan laboratorium, termasuk dalam hal pemeliharaan mikroskop ini.
1. Mikroskop harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas debu dan bebas dari uap asam dan basa. Tempat yang sesuai dengan kotak mikroskop yang dilengkapi dengan gel silika, yang berfungsi sebagai higroskopis, sehingga lingkungan dengan mikroskop tidak lembab. 
2. Bagian mikroskop non optik, dibuat dari logam atau plastik, dapat dibuka dengan menggunakan kain fanel. Untuk membersihkan debu yang terselip di bagian mikroskop ini dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera.
3. Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor) dipasang menggunakan 70%. Jangan gunakan lensa sapu tangan atau lap kain.
4. Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene). Pada penggunaan xilol haruslah hati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel pada bagian mikroskop non-optik, karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik, dan juga jangan gunakan solusi ini kebagian yang disediakan oleh produsennya sesuai dengan permintaan yang aman.
5. Sebelum menyimpan mikroskop, bersihkan selalu mikroskopis tersebut, terutama hapus semua minyak imersi di permukaan lensa, sehingga partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal serta mengering. Minyak dan partikel halus pada saat dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan. Hal ini kehilangan kemampuan lensa. Preparat yang tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda yang jelas suatukelalaian / kecerobohan.
6. Sebelum menyimpan mikroskop, meja mikroskopis diatur lagi dan lensa objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggerak ke posisi semula, kondensor dikumpulkan kembali, lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan (via mikroskop listrik).
Dengan persetujuan penggunaan dan pemeliharaan mikroskop, diharapkan mikroskop dapat bertahan lebih lama untuk digunakan pada semua kegiatan laboratorium yang lain.

Jumat, 03 Januari 2020


SEJARAH MIKROSKOP

Menurut sejarah orang yang pertama kali berpikir untuk membuat alat yang bernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen. Janssen sendiri sehari-harinya adalah seorang yang kerjanya membuat kacamata. Dibantu oleh Hans Janssen mereka mambuat mikroskop pertama kali pada tahun 1590. Mikroskop pertama yang dibuat pada saat itu mampu melihat perbesaran objek hingga dari 150 kali dari ukuran asli.Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Bahkan Galileo mengklaim dririnya sebagai pencipta pertamanya yang telah membuat alat ini pada tahun 1610. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan mikroskop yang dibuatnya diberi nama yang sama dengan penemunya, yaitu mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optik memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer. Setelah itu seorang berkebangsaan belanda bernama Antony Van Leeuwenhoek (1632-1723) terus mengembangkan pembesaran mikroskopis. Antony Van Leeuwenhoek sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-seratpada kain. Tetapi rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang penemu mikrobiologi. Leewenhoek mwnggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumpuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar 200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut danmengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar akan adanya bentuk kehidupan yang sangat kecil yang akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi. Bila Di Eropa, mikroskop sudah dikenal sejak abad ke-17 dan digunakan untuk melihat binatang-binatang sejenis mikroba. Menariknya, orang Jepang senang menggunakannya untuk mengamati serangga berukuran kecil, dan hasilnya berupa buku-buku berisi pemerian tentang serangga secara mendetail. Mikroskop Cahaya Keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan. Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece, sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus, cermin atau sumber pencahayaan lain, penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain, yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM). LM modern mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1.000 kali dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0,0002 mm (disebut daya resolusi 0,0002 mm). Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0,2 mm. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya, meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan. Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk pengamatan. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan, kemudian ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak), resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). Hal ini belum memuaskan peneliti pada masa itu, sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan. Ditemukannya Mikroskop Elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet, dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali lebih kecil dari cahaya. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya. Untuk melihat benda berukuran di bawah 200 nanometer, diperlukan mikroskop dengan panjang gelombang pendek. Dari ide inilah, di tahun 1932 mikroskop elektron semakian berkembang lagi. Sebagaimana namanya, mikroskop elektron menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih pendek dari cahaya. Karena itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran obyek (resolusi) yang lebih tinggi dibanding mikroskop optik. Mikroskop electron mampu pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. Sebenarnya, dalam fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga menggunakan lensa, namun bukan berasal dari jenis gelas sebagaimana pada mikroskop optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat medan magnet ini bisa mengontrol dan mempengaruhi elektron yang melaluinya, sehingga bisa berfungsi menggantikan sifat lensa pada mikroskop optik. Kekhususan lain dari mikroskop elektron ini adalah pengamatan obyek dalam kondisi hampa udara (vacuum). Hal ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat alirannya bila menumbuk molekul-molekul yang ada di udara normal. Dengan membuat ruang pengamatan obyek berkondisi vacuum, tumbukan elektron-molekul bisa terhindarkan. Dengan mikroskop elektron yang mempunyai perbesaran lebih dari 10.000x, kita dapat melihat objek mikroskop dengan lebih detail. Perkembangan mikroskop ini mendorong berbagai penemuan di bidang biologi, seperti penemuan sel, bakteri, dan partikel mikroskopis yang akan dipelajari berikut yaitu virus. Penemuan virus melalui perjalanan panjang dan melibatkan penelitian dari banyak ilmuwan.

Kamis, 02 Januari 2020

Mikroskopku😘







Tahapan yang perlu anda ketahui saat d laboratorium


Cara mempersiapkan mikroskop :


1. Pertama- tama letakkan mikroskop terlebih dahulu di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada tepat di hadapan pemakai.





2. Putar revolver sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi “klik” pada revolver.





3. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat.





4. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar objek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam objek gambar, putarlah pemutar halus.





5. Apabila bayangan objek sudah ditemukan, maka untuk memperbesarnya gantilah lensa objektif dengan ukuran dari 10X, 40X, atau 100X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi “klik”









Cara Menggunakan mikroskop yang baik :


1. Meletakkan mikroskop di atas meja yang datar dan kuat/stabil, jauhkan dari bak cuci dan api gas.


2. Periksa mikroskop untuk mengetahui apakah telah siap dipakai. Bila mikroskop tidak benar-benar bersih, laporkan masalah ini kepada instruktur/teknisi lab yang ada/penganggung jawab.


3. Sesuaikan posisi kita dengan mikroskop yang akan dipakai.


4. Letakkan preparat yang akan diamati pada meja preparat sehingga terjepit pada tempat penahan preparat. Posisikan preparat pada lubang cahaya sehingga cahaya datang melewati meja preparat dari bawah slide.


5. Atur sumber cahaya mikroskop (dari cermin untuk mikrsokop cahaya, listrik untuk mikroskop listrik).


6. Sebelum melihat sesuatu dengan mikroskop, pastikan sudah mengetahui kemana arah putaran pemutar halus (mikrometer) sehingga jarak antara spesimen dan dan lensa bertambah ketika anda memutar pemutar halus.


7. Lihatlah melalui lensa okuler dan fokuskan bayangan menggunakan pemutar kasar (makrometer) dengan meningkatkan jarak antara spesimen dan lensa objektif. Gunakan pemutar halus untuk mempertajam bayangan.


8. Mulai mengamati objek preparat dengan mengatur intensitas cahaya, atur kondensor, pembukaan diafragma pada kondensor, makrometer, mikrometer, dan perbesaran objektif yang diinginkan.


9. Untuk menggunakan lensa objektif 40X, cukup kita putarkan lensa ini posisinya sehingga terkunci di tempatnya. Lensa 10X dan 40X tidak pernah menyentuh minyak imersi, air dan spesimen.


10. Untuk menggunakan lensa objektif 100X, putarkan lensa berdaya perbesar rendah dari posisinya dan teteskan minyak imersi di atas slide yang akan diamati. Kemudian putar lensa 100X ke posisi di atas slide. Perjelas bayangan dengan memutar mikrometer. Pada saat digunakan, lensa objektif 100X harus selalu terendam dalam minyak imersi namun tidak menyentuh spesimen.






Cara-cara untuk mendapatkan cahaya dan fokus yang baik pada objektif 100X :


1. Atur dan buka diafragma pada mikroskop dan atur cahaya, bila perlu pada posisi maksimal cahaya (jika mikroskop cahaya arahkan cermin ke sumber utama cahaya).


2. Naikkan kondensor mendekati posisi slide preparat pada meja objek sambil kita amati di lensa okuler intensitas cahaya yang dihasilkan.


3. Atur diafragma, sampil posisi terkecil untuk mendapatkan titik fokus yang terbaik (cahaya terkumpul dengan baik).






Alasan-alasan yang memungkinkan bila tidak ditemukan suatu objek di bawah lensa dengan minyak imersi (objektif 100X) ialah sebagai berikut :


1. Terlalu banyak imersi


2. Menggerakkan mikrometer terlalu cepat


3. Kondensor tidak diatur dengan benar (biasanya diafragma terlalu terbuka atau tertutup)


4. Lensa kotor


5. Terlalu sedikit organisme pada preparat


6. Spesimen tidak ditempatkan ditengah medan sebelum memutar lensa


7. Preparat terbalik.






Hal-hal yang diperhatikan dalam pengamatan dengan mikroskop :


· Jarak mata-okuler:


Untuk mencegah kelelahan mata, diperlukan penjagaan jarak antara mata dan okuler. Untuk menentukan jarak ini, mata mendekati okuler dari suatu jarak maksimum sekitar 1 cm. Jarak optimum dicapai pada saat medan pandang tampak sebesar-besarnya dan setajam-tajamnya. Selain itu, mata yang sebelah lagi harus tetap terbuka.


· Pengamatan dimulai dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (misal 10X).


· Sambil mengamati melalui lensa okuler, pemutar kasar diputar secara perlahan agar tabung mikroskop naik. Pada saat demikian, gambar dapat teramati meskipun belum begitu jelas. Untuk memperoleh gambar yang lebih jelas, sekrup pemutar halus diputar sehingga dapat diamati gambar objek yang lebih jelas dan lebih fokus.


· Setelah mengamati gambar dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (10X), objek yang sama coba diamati dengan menggunakan lensa dengan pembesaran yang lebih kuat (misal 40X) dengan cara memutar revolver sehingga lensa objektif 40X tepat mengarah ke lubang pada meja objek.


Hal yang perlu diingat: selama pengamatan dengan pembesaran kuat tidak boleh mempergunakan sekrup pemutar kasar, untuk mendapatkan gambar yang baik (fokus) cukup digunakan sekrup pemutar halus.